Makanan dan virus penyebab kanker payudara pada wanita muda

Posted on

Makanan dan virus penyebab kanker payudara pada wanita muda menjadi salah di antara penyakit mematikan, kanker tidak jarang kali menjadi mimpi buruk menakutkan untuk setiap orang. Makanan dan virus penyebab kanker payudara pada wanita muda dapat menyerang siapa saja, khususnya orang-orang yang merealisasikan gaya hidup tidak sehat.

Agar terhindar dari risiko kanker, menjalani gaya hidup sehat seperti mengawal pola makan, menggandakan olahraga, dan teratur memeriksakan kesehatan pasti mutlak guna dilakukan. Terdapat sejumlah makanan yang patut anda hindari demi memperkecil risiko terpapar kanker.

Makanan penyebab kanker payudara

1. Daging merah
Beragam jenis daging merah, mulai dari sapi, domba, kambing, hingga daging babi rupanya dapat memicu risiko kanker. Sebuah riset tahun 2015 yang dilaksanakan Badan Internasional guna Penelitian Kanker mengungkapkan, mengkonsumsi daging merah terlampau sering sehubungan erat dengan risiko kanker pankreas, kolorektal, dan perut.

Bukan tersebut saja, menurut keterangan dari penelitian lainnya yang diterbitkan di tahun yang sama, kiat memasak daging dengan teknik dibakar akan kian meningkatkan risiko kanker. Sebaiknya, batasi mencicipi daging merah dengan jumlah maksimal 1800 gram per minggunya.

2. Gorengan
Gorengan mempunyai sejumlah lemak jahat yang berbahaya untuk kesehatan, menyantapnya terlalu tidak jarang dapat merangsang penumpukan lemak dan pada akhirnya mengakibatkan obesitas tubuh. Berdasarkan keterangan dari sebuah riset yang dipublikasikan di International Journal of Cancer, mengkonsumsi gorengan secara rutin bakal memperbesar risiko kanker payudara dan usus besar.

3. Makanan kalengan
Berdasarkan keterangan dari sebuah riset di Environtmental Research Journal, mayoritas makanan kalengan berisi senyawa bisphenol-A (BPA) yang dapat dipakai sebagai perusak DNA. Bukan tersebut saja, makanan kalengan pun berisi bahan pengawet dan zat kimia yang tidak baik guna kesehatan, sampai-sampai dapat merangsang kanker dan diabetes tipe 2.

4. Minuman beralkohol
Hidangan terakhir yang dapat menambah risiko kanker ialah minuman beralkohol. Bahkan, meminum minuman ini secara teratur dinilai dapat merangsang risiko sel kanker, mulai dari hati, kanker payudara, sampai kanker usus besar. Di samping itu, perempuan yang sering meminum alkohol masing-masing harinya mempunyai risiko terpapar kanker lebih tinggi dikomparasikan dengan perempuan lainnya.

Virus penyebab kanker payudara

Setiap bulan Oktober, anda semua disuruh untuk menilik kembali bakal bahaya dari kanker payudara. Ya, bulan Oktober yang kemudian memang dipermaklumkan sebagai bulan Peduli Kanker Payudara sedunia. Tak salah bila kita ketika ini menyaksikan kembali apa saja terobosan yang sudah didapatkan para ilmuwan berhubungan kanker payudara. Secara mengejutkan, ada sejumlah temuan baru berhubungan kanker payudara yang sekitar ini tak sempat diwaspadai tidak sedikit orang. Salah satunya, bisa jadi kanker payudara diakibatkan oleh virus.

Selama bertahun-tahun, EBV (Epstein-Barr Virus) atau virus yang masih tergolong kerabat herpes, sering dikaitkan dengan kanker. Virus ini disebutkan sebagai pemicu sebanyak kanker, laksana limfoma Burkitt Afrika (sejenis kanker limfatik), penyakit Hodgkin (sejenis kanker darah), karsinoma nasofaring (sejenis kanker leher langka), adenokarsinoma lambung (sejenis kanker perut), dan leiomyosarcoma (tumor otot
polos).

Diperkirakan ada selama 200.000 keganasan pada manusia diakibatkan oleh EBV tiap tahunnya. Virus ini menular melewati cairan ludah dan kelamin, lantas menginfeksi sel pada sistem imun (sel B), pun sel epitel (termasuk pada permukaan tubuh, kapiler darah, dan organ). Virus ini disebutkan mampu mengolah karakter sel-sel menjadi laksana sel punca, sampai-sampai tidak konsisten dan terus menggandakan diri, layaknya sel kanker. Di samping itu, virus ini pun menurunkan keterampilan tubuh dalam melawan keganasan.

Tim peneliti dari divisi Hematologi/Onkologi dari Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC) – Massachusetts yang dibawahi Dr.Gerburg Wulf, bekerjasama dengan kesebelasan peneliti Harvard Medical School – Boston baru-baru ini mengerjakan riset mengenai pengaruh EBV terhadap sel payudara. Hasilnya, virus ini ingin mengikat reseptor tertentu di sel payudara sehat (CD21) sampai mengakibatkan infeksi. “Menurut benang merah kami, andai seorang perempuan terinfeksi EBV di umur remaja atau sesudahnya, epitel payudaranya bakal terinfeksi virus. Bagi mayoritas individu, infeksi tidak langsung tampak dalam jangka panjang. Namun infeksi bisa meninggalkan luka genetik yang mengolah metabolisme sel-sel payudara. Secara perlahan atau sejumlah dekade kemudian, virus dapat merangsang terbentuknya kanker payudara,” ujar Dr. Wulf.

Kendati demikian, semua peneliti percaya bahwa EVB bukanlah pemicu kanker payudara yang utama dan tidak memperburuk seseorang yang sudah menderita kanker payudara. Temuan ini sudah diterbitkan di jurnal EBioMedicine bulan Agustus 2016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *